
- Berdasarkan Fungsinya
🔹 Reactive AI (AI Reaktif)
-
Jenis AI paling dasar.
-
Hanya bisa merespons sesuai program, tanpa belajar dari pengalaman.
-
Contoh: Komputer catur Deep Blue, filter wajah di kamera.
🔹 Limited Memory AI (AI dengan Memori Terbatas)
-
Bisa menyimpan data sementara dan belajar dari pengalaman untuk pengambilan keputusan.
-
Contoh: Mobil tanpa sopir, sistem rekomendasi di Netflix atau Tokopedia.
🔹 Theory of Mind AI
-
AI yang sedang dikembangkan agar bisa memahami emosi, pikiran, dan niat manusia.
-
Contoh: Masih riset, bayangkan robot yang bisa jadi teman ngobrol yang benar-benar paham perasaanmu.
🔹 Self-Aware AI (AI Sadar Diri)
-
Level paling canggih. AI punya kesadaran, tahu dirinya ada, bahkan bisa punya tujuan sendiri.
-
Contoh: Masih fiksi ilmiah, sering muncul di film seperti Her atau Ex Machina.
2. Berdasarkan Kemampuannya
🔹 ANI (Artificial Narrow Intelligence)
-
AI yang hanya bisa melakukan satu tugas dengan baik.
-
Contoh: Chatbot, Google Translate, rekomendasi konten YouTube.
🔹 AGI (Artificial General Intelligence)
-
AI dengan kemampuan berpikir layaknya manusia, bisa menyelesaikan berbagai jenis masalah.
-
Contoh: Masih dalam penelitian.
🔹 ASI (Artificial Super Intelligence)
-
AI yang lebih pintar dari manusia dalam segala hal, termasuk kreativitas dan pengambilan keputusan.
-
Contoh: Masih teori, tapi banyak dibahas di film fiksi ilmiah.
Kesimpulan
AI punya banyak macam, mulai dari reaktif yang sederhana hingga super intelligence yang masih jadi mimpi (atau ketakutan) masa depan. Saat ini, kita masih hidup di era ANI + Limited Memory AI, yang sudah sangat membantu hidup sehari-hari—dari belanja online sampai transportasi pintar.
Masa depan AI masih panjang, dan kita baru melihat permulaan dari teknologi yang bisa mengubah dunia ini. (*)