Di zaman sekarang, kebocoran data dan peretasan akun sudah jadi hal yang sering kita dengar. Password saja tidak lagi cukup untuk melindungi akun online. Nah, di sinilah Two-Factor Authentication (2FA) atau otentikasi dua faktor berperan penting.
Apa Itu 2FA?
2FA (Two-Factor Authentication) adalah metode keamanan yang meminta dua bentuk verifikasi saat login:
-
Sesuatu yang kamu tahu → biasanya password.
-
Sesuatu yang kamu punya/yang unik dari kamu → misalnya kode OTP, aplikasi autentikator, atau sidik jari.
Jadi, meskipun password dicuri, akunmu tetap aman karena hacker butuh faktor kedua.
Jenis 2FA
-
SMS OTP → kode via SMS.
-
Email OTP → kode via email.
-
Authenticator App → kode acak dari aplikasi (Google Authenticator, Authy).
-
Hardware Token → alat khusus (YubiKey).
-
Biometrik → sidik jari/Face ID.
Kelebihan Menggunakan 2FA
✅ Keamanan lebih kuat – Password saja tidak cukup untuk masuk.
✅ Mengurangi risiko hacking – Meskipun password bocor, hacker tetap butuh faktor kedua.
✅ Mudah digunakan – Banyak layanan sudah menyediakan fitur ini gratis.
Kekurangan 2FA
❌ Bergantung pada perangkat – Jika HP hilang, kode OTP bisa sulit diakses.
❌ Butuh koneksi/alat tambahan – SMS/Authenticator butuh HP, hardware token butuh perangkat fisik.
❌ Kadang merepotkan – Harus memasukkan kode tambahan setiap login.
Tips Aman Menggunakan 2FA
-
Pilih metode Authenticator App (lebih aman daripada SMS OTP).
-
Simpan backup code yang diberikan saat mengaktifkan 2FA.
-
Jika menggunakan SMS OTP, pastikan nomor HP selalu aktif.
-
Aktifkan 2FA di akun penting: email, media sosial, perbankan, dan password manager.
Two-Factor Authentication (2FA) adalah lapisan keamanan tambahan yang sangat efektif melindungi akun online dari peretasan. Meskipun sedikit lebih repot saat login, keamanannya sebanding dengan usaha ekstra tersebut.
Di era digital yang rawan pencurian data, 2FA bukan lagi pilihan, tapi sudah jadi kebutuhan utama. (*)
Itulah pembahasan kali ini, semoga bisa membantu. Terima kasih sudah membaca 😊
